Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
SELAMAT DAN SAKSES KELULUSAN SMK HM2

Tiga tahun kita menuntut ilmu diSMKHM2, bergelut dengan ilmu,
Ditempa, dibina, dan dilatih,
Suka dan duka, tawa dan tangis telah kita lewati dan rasakan, Sebagai bunga kehidupan yang harus kita jalani Sebagai kenangan hidup yang sulit kita lupakan. Guru kita, telah membina dan menempamu dengan segala keikhlasan, Dengan segala kemampuan dan tanpa bosan, Berbagai pendekatan, baik yang lembut maupun yang keras telah dilakukannya, bukan karena kebencian, tapi berdasar cinta kasih, Beragam disiplin ilmu telah diberikan, dilatihkan dan ditumpahkan kepada kita, Dengan satu harapan, semuanya akan menjadi “ yang terbaik “, menjadi bekal kita melangkah ke masa depan , Dengan penuh harapan menggapai cita-cita. kini..... kita akan mengakhiri masa pendidikan DiSMKHM2, kita sudah dan akan terus beranjak dewasa, guru kita dan orangtua kita akan sangat kecewa dan prihatin Jika kita tidak menampakkan perubahan dan peningkatan ke arah yang lebih baik menurut ilmu kejuruan kita. kita telah melewati masa ujian akhir Yang mungkin kita rasakan berat dan melelahkan, Tapi kits harus ingat ujian belum akan berakhir, ujian yang lebih berat akan kita hadapi Ujian di tengah masyarakat yang heterogen Yang bukan hanya menuntut kecerdasan otak dan fikiran Tapi kejernihan hati, kesabaran dan ketabahan jiwa kita akan merasakan betapa masih bodohnya diri, Masih lemahnya jiwa dan kurangnya pengalaman Hadapilah semuanya itu dengan penuh tawakal bu dan pak kami tidak bisa membalas apa yang telah engkau berikan kepada kami,hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak, kami mohon maaf yang yang setulu-tulusnya atas kesalahan yang kami lakukan terhadap bapak/ibu.


PUISI

Perpisahan seringkali mendatangkan kesedihan yang mendalam. Apalagi jika kita akan meninggalkan atau ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cintai. Ada perasaan berat, sedih, bahkan tidak sedikit yang putus asa. Beberapa orang yang mengalami kepedihan ini kadang menuangkannya dalam bait-bait puisi perpisahan.

Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran.

Betapa bijak sahabat menyikapi sebuah perpisahan. Makna mendalam, mengingatkan kita untuk tidak terus berduka dengan perpisahan. Justru, jarak yang memisahkan membuat kita melihat segala sesuatu dengan lebih indah.

Tiada mutiara sebening cinta..

Tiada sutra sehalus kasih sayang..

Tiada embun sesuci ketulusan hati..

Dan tiada hubungan seindah persahabatan..

Sahabat bukan

MATEMATIKA yang dapat dihitung nilainya..

EKONOMI yang mengharapkan materi..

PPKN yang dituntut oleh undang-undang..


Tetapi

Sahabat adalah SEJARAH yang dapat dikenang sepanjang masa..

ahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.

Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.

Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.



Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata "Tidak" di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata "Ya".

Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;

Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.



Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.

Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.



Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.

Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.

Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!

Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.

Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..

Karena dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.
SMK HUDATUL MUNA

Image by Cool Text: Logo and Button Generator - Create Your Own